Disini, menatap langit bertukar warna terus, dan matahari menyebrangi jarak antara kita berdua. Ia yang mulanya muncul di belakang punggungku lalu tenggelam ditelan bahumu. Disini, menatap kamu di sebrangku, menelisik seluruh lekuk garis wajah dan tubuhmu, mengamati bagaimana matahari menjatuhkan gelap dan terang di atasnya sehingga terkadang kamu jelas, terkadang buram, lalu akhirnya tinggal serupa bayangan karena tertentang terlalu banyak terang di belakang.

Kamu bilang, satu hari terlalu lama untuk hanya tinggal dan tidak melakukan apa-apa.

Aku ragu kamu benar. Aku ingin tetap tinggal karena dengan kamu yang ada di depanku, aku tidak benar-benar tidak melakukan apa-apa.

Kamu saja yang tidak tahu. Kamu saja yang tidak mengerti.

not-keyboard-friendly

(1)

pertama dateng latihan, nyoba keyboard di studio
tinceu: (dlm hati) loh ko ini settingnya stereophonic keys ya, harusnya apa sih yg defaultnya
tinceu: (nyobain masukin salah satu kode efek keyboard)
keyboard: TERORET TERORET TEROREEEEEET (tiba-tiba bunyi gitu kenceng banget)
semua: (langsung berhenti mainin alat musik masing-masing terus ngeliatin)
tinceu: eeeh eeeh ini gimana (panik gak jelas)

(2)
di tengah tengah latihan
tinceu: (masih penasaran) eh ini gimana yah cara ngubah si suaranya biar yg default aja jangan efek aneh-aneh
hajar: (ngeliatin, angkat bahu)
tinceu: ah cobain yah (muter salah satu tombol di keyboard)
keyboard: (berganti-ganti suara jadi makin aneh2)
irfan: eh ulangi lagi ya dari bagian reffnya
semua: (siap2 maen)
tinceu: eeeeeeh tunggu bentar ini gak bisa balik suaranyaaaa (panik gak jelas)

dan yang paling juara....

(3)
di hari kedua latihan, studionya beda lagi
tinceu: (nyamperin keyboard)
keyboard: (mati)
tinceu: (mencet tombol on keyboard, puter volume maksimal, check sound keyboard)
keyboard: (ga bunyi apa2 padahal udah dipencet-pencet membabi buta)
tinceu: eh eh... (celingukan ga jelas mencoba stay cool) fi ini gimana yah
fia: kenapa ceu? (ikut nyobain suara keyboard tapi gak bisa)
irfan: tin, cobain pemanasan dulu main yang mind trick lagi yah
tinceu: eeeee belum bisa bunyi..... (masih celingukan)
sam: (dengan muka tiis) itu amplinya belum dinyalain




aduh maaf ya saya bodoh

childhood experience

often results in a certain traumatic feeling and/or a slight paranoia

truth to tell, it's very exhausting to feel it, unreasonable fear or nonsense thoughts. it doesn't even make sense at all, it's like you think about something the way you thought about it as a child. your childish thoughts stay. you know that you're being so childish and your thoughts are all nonsense, yet you're helpless with that. it's just that the fear is too strong.

sebuah sugesti yang terlalu kuat, terdengar terlalu nyata. telah terdoktrin sebelum pikiran dapat menentang. pikiran-pikiran yang terlalu nyata. prasangka-prasangka yang absurd tapi tak bisa terpinggirkan dari pikiran. konyol. melelahkan memikirkannya.

hati-hati dengan apa yang sering kamu perlihatkan dan perdengarkan pada seorang anak kecil.

from tumblr. idk why i even post this.

hmmmm

jadi inget, euforia yang sama yang saya rasain setaun lalu. waktu saya yang diberi rezeki itu sama Allah, yang dikasih kesempatan buat kuliah di tempat yang emang saya pengenin banget.
jadi inget usaha dan doa yang jorjoran waktu dulu. entah saya yang kelewat polos, ga ngerti gimana aslinya kuliah, entah saya emang waktu itu mental pekerja keras, entah karena kebawa euforia aja, janji deh waktu itu bakal manfaatin kesempatan itu sebaikbaiknya.
tanya deh sama diri sendiri, sekarang gimana.
temen-temen 2011 yang udah pada keterima, selamat ya ;)

tutup buku (2)

ok, i'm done.

sepertinya sudah cukup lama masa itu terdekap dan belum kuizinkan lenyap. tanganku lelah. sekarang aku tidak membawa apa-apa, masih kebas rasanya tanganku baru bebas.
tak apa kan kamu tertinggalkan disana?
ah, langkahku selanjutnya ringan-ringan, diluar dugaan rupanya setelah ia lepas napasku dapat terhela lega.
i'm done, and now my hands are empty.

dear no one.

i am startled, upon seeing such an effortless beauty presented in front of me.

well, please never assume 'beauty' as the way eyes consume. it's way too narrow. too shallow. too stereotypical. no, the beauty pampers all my five senses. how come could there be such a thing that awes all senses at once?
such a thing can't be savored in short time.
stay longer, would you?

aec 3

wooo akhirnya setelah perjalanan panjang bandung-kuningan-bandung kemaren, ternyata masih sempet nonton konser kpa satu ini :D

setelah KOA VIII kemaren ga sempet nonton karena deket UN dan KOA IX sepertinya ga akan nonton juga karena kepentok jarak memisahkan, akhirnya ceman-ceman, saya nonton juga nih preliminary concertnya KOA IX di teater terbuka dago tea house. well, quite reminds me of KOA VI, my very first time taking part in kpa's concert hehe. wuah kangen banget jadinya, i miss the merry of KOA VI!
sayangnya berhubung pocket cam rusak dan kamera hp sangat ga bisa diandelin, jadinya..... ga foto apa2. aaa cedih, jadi ga bisa pasang foto buat review di sini. tapi, i can say the concert was cool. hehe. sebagai innocent audience (wakaka bahasa apa ini innocent audience, ngarangbet dah) yang bener-bener pure nonton doang, berhubung selama masa persiapan konser saya jarang banget ke 3 nengok-nengok dan bantu-bantu garagara (soksokan) kesibukan kuliah (HAHA), yah saya bisa ngikutin rangkaian acaranya dengan lumayan enak. bener-bener pure sebagai penonton awam, haha dan enaknya kalo jadi penonton kaya gini, lebih bisa ngasih review yang objektif tentang konsernya hehe. jadinya bisa kerasa, kurangnya dimana, kuatnya dimana, sebagai penonton yang bisa dibilang ga tau dan ga mau tau excuse dibalik kekurangan dan kelebihannya itu.
yah, pokonya, senang sekali bisa nonton, sukses yah adik-adikku dan teman-temanku dan keluargaku ini buat konsernya di singapura nanti, best luck my dears :* semoga selanjutnya waktu bisa agak renggang (atau mungkin manajemen waktunya lebih baik, haha nahloh tinceu) biar bisa bantu bantu ke kpa lagi yah hehe :D

well..

feel free to raise an eyebrow hearing this, but yes, for some particular things i have a pretty far vision ahead (and when i say pretty far, yes i really mean it). mungkin hal-hal yang buat orang lain 'yaudahsih itusih urusan nanti aja', but well i can't compromise to that. i feel that doing something in which i can't foresee any goods ahead is just a waste of time. this specially applies to important decisions in life such as career, living principles, relationships, and so on. saya akan berhenti kalo yang saya lihat cuma dead-end. bahkan meskipun dead-end nya itu masih bertahun-tahun di depan. i'll stop right at the moment i see the dead-end. karena buat saya hal-hal yang penting dalam hidup itu harus dibangun dari sekarang. dan saya akan mulai serius dalam menentukan langkah dari sekarang, walaupun istilahnya saya masih belum apa-apa dan belum nyampe mana-mana. dan saya pantas gagal, jika kegagalan itu adalah harga yang harus saya bayar untuk dapat mencapai ekspektasi saya di masa depan.